
YOGYAKARTA – Dua siswi bertalenta asal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Fakfak, Papua Barat, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menembus babak final ajang bergengsi Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) Tahun 2026. Ajang nasional yang dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini resmi dibuka hari Selasa (20/10/2026) di Ballroom Convention Hall, Sahid Raya Hotel, Yogyakarta, khusus untuk jenjang SMA/MA yang berlangsung hingga 22 Oktober 2026.
Kedua siswi tersebut Tannizafitri Suaeri dan Safa Al Zema Suwarman sukses menyisihkan lebih dari 1.000 proposal penelitian dari seluruh penjuru negeri, hingga akhirnya terpilih ke dalam 350 finalis terbaik yang berhak memamerkan karyanya di Yogyakarta. Menariknya, mereka menjadi salah satu representasi kuat dari total 14 provinsi di Indonesia yang berhasil melaju ke fase puncak ini.
Di bawah bimbingan guru pendamping, Rizkia Anas, S.Si., delegasi MAN Fakfak ini membawa penelitian berbasis kearifan lokal yang sangat strategis bertajuk “Karakterisasi Makronutrien Saccostrea Cucullata (Cipu Bubunim) dan Anadara Granosa (Cipu Gir): Evaluasi Kelayakan Nutrisi untuk Intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan”. Penelitian ini menyoroti kandungan gizi kerang lokal khas Fakfak sebagai solusi alternatif pemenuhan nutrisi penting guna mencegah stunting pada periode emas pertumbuhan anak.

Keberhasilan luar biasa ini disambut rasa bangga dan haru oleh pihak madrasah. Kepala MAN Fakfak, Kalsumi Rumatumia, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus untaian doa bagi perjuangan anak didiknya di Yogyakarta.
“Kami keluarga besar MAN Fakfak merasa sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian luar biasa ini. Lolos ke babak final KREASI 2026 membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk bersaing di tingkat nasional. Terima kasih kepada Ibu Rizkia Anas selaku pembimbing dan anak-anakku tercinta yang telah berjuang. Tetaplah rendah hati, tampilkan yang terbaik di hadapan dewan juri, dan biarlah inovasi dari Fakfak ini menjadi berkat bagi ekosistem riset Indonesia,” ungkap Kalsumi Rumatumia dengan penuh takzim.



Acara berskala nasional ini diinisiasi oleh Abak Academy bekerja sama dengan FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pembukaan KREASI 2026 juga dihadiri oleh pakar internasional Prof. Dr. Lysann Zander dari Leibniz Universität Hannover, Jerman, yang turut membakar semangat para peneliti muda untuk membumikan sains demi memecahkan masalah di lingkungan sekitar mereka.
Selama tiga hari ke depan, dua siswi MAN Fakfak ini akan bersaing ketat di bidang MSTL (Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan) sub-bidang Biomedis, Farmasi, Gizi & Kesehatan. Selain memperebutkan medali, seluruh finalis juga berkesempatan mendapatkan pendampingan publikasi jurnal ilmiah serta rekomendasi menuju ajang inovasi sains internasional. (Humas)
Editor: Ari Sunyoto
Fotografer : Rizkia Anas
