
YOGYAKARTA — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Papua Barat di kancah nasional. Dua siswi bertalenta dari MAN Fakfak, Tannizafitri Suaeri dan Safa Alzema Sumarwan, berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dalam babak final ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) SMA/MA Tahun 2026.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Abak Academy ini berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026, berlokasi di Yogyakarta.
Dalam ajang riset tersebut, tim MAN Fakfak mengusung penelitian inovatif berlatar kearifan lokal dengan judul:
“Karakterisasi Makronutrien Saccostrea Cucullata (Cipu Bubunim) dan Anadara Granosa (Cipu Gir): Evaluasi Kelayakan Nutrisi untuk Intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan.”
Melalui riset mendalam mengenai potensi gizi kerang lokal (cipu) sebagai solusi pencegahan stunting dan pemenuhan gizi anak pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), kedua siswi ini sukses memikat para juri serta pengunjung pameran.
Tak tanggung-tanggung, dari ajang ini MAN Fakfak berhasil membawa pulang tiga trofi dan predikat prestisius:
- Medali Perunggu (Bidang Riset)
- Stand Favorit
- Poster Terbaik
Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Tannizafitri Suaeri dan Safa Alzema Sumarwan. Meraih tiga penghargaan sekaligus di tingkat nasional menjadi momen tak terlupakan bagi mereka.
“Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa membawa pulang tiga penghargaan sekaligus untuk sekolah dan daerah kami. Riset ini kami angkat dari bahan alam yang ada di sekitar Fakfak. Harapan kami, hasil penelitian tentang Cipu Bubunim dan Cipu Gir ini tidak berhenti di kompetisi saja, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah sebagai opsi pangan lokal yang bergizi tinggi untuk mencegah stunting,” ujar perwakilan peserta dengan penuh antusias.
Keberhasilan ini tentu tak lepas dari sentuhan dingin sang guru pembimbing, Rizkia Anas, S.Si., yang setia mendampingi proses panjang penelitian hingga ke babak final.
“Proses riset hingga penyusunan poster membutuhkan ketelitian, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi. Saya sangat bangga melihat semangat pantang menyerah anak-anak selama di Jogja. Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa MAN Fakfak untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan tidak ragu bersaing di level nasional,” tutur Rizkia.



Apresiasi tinggi dan keharuan juga disampaikan oleh Kepala MAN Fakfak, Kalsumi Rumatumia, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menilai prestasi ini adalah bukti nyata bahwa madrasah dari timur Indonesia mampu bersaing dan mengukir prestasi gemilang.
“Selamat dan sukses untuk ananda Tannizafitri, Safa, serta Ibu Rizkia Anas. Penghargaan Medali Perunggu, Stand Favorit, dan Poster Terbaik ini adalah kado indah bagi seluruh keluarga besar MAN Fakfak dan masyarakat Fakfak. Harapan kami, prestasi ini semakin mengokohkan reputasi MAN Fakfak sebagai madrasah yang unggul dalam bidang riset dan sains. Semoga semangat ini menular kepada siswa-siswi lainnya untuk terus mengukir karya,” ungkap Kalsumi penuh bangga.
Dengan torehan prestasi ini, MAN Fakfak kembali membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk melahirkan peneliti-peneliti muda berkaliber nasional yang berkontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. (AS)
Editor: Ari Sunyoto
Fotografer: Abdul Rahim Kasim
