FAKFAK — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Fakfak kembali menggelar upacara bendera mingguan yang berlangsung dengan khidmat dan tertib pada Senin pagi (28/9/2026). Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf tata usaha tersebut menghadirkan Uswatun Nurhamidah, S.Hum. sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Uswatun Nurhamidah mengawali dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas upacara yang telah menjalankan tugas dengan sangat baik dan penuh tanggung jawab. Suasana khidmat yang tercipta menjadi bukti kesiapan dan kedisiplinan para siswa.

Memasuki agenda akademik, perhatian khusus ditujukan kepada para siswa kelas 12. Pembina upacara mengingatkan bahwa pada minggu kedua Oktober mendatang akan dilaksanakan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA), diikuti pelaksanaan ujian utama TKA yang dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Para siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri secara optimal demi meraih hasil yang maksimal.

Tak lupa, dukungan dan dorongan moral juga diberikan kepada para peserta Olympiade Madrasah Indonesia (OMI) yang berhasil melangkah ke tingkat provinsi. Mengingat perlombaan akan berlangsung pada awal Oktober 2026, para peserta diminta mengikuti proses pembimbingan secara intensif dan serius.

Di samping agenda akademik, Pembina Upacara menyoroti beberapa poin penting terkait ketertiban dan kondisi lingkungan madrasah:

  • Ketertiban Kelas: Bagi kelas yang sedang tidak dihadiri guru, siswa diminta tetap menjaga ketertiban agar tidak mengganggu suasana belajar-mengajar di kelas lain.
  • Penghematan Air: Menghadapi musim kemarau yang masih melanda wilayah Fakfak, seluruh warga madrasah diimbau untuk bijak dan hemat dalam menggunakan air.
  • Kewaspadaan Kabut Asap: Menanggapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan di Fakfak yang makin parah, siswa dan tenaga pendidik disarankan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi mencegah gangguan pernapasan.
  • Pembatasan Penggunaan HP: Kebijakan pembatasan penggunaan ponsel pintar (handphone) di dalam kelas kembali ditegaskan. HP hanya diizinkan untuk kebutuhan pembelajaran tertentu atau situasi mendesak, serta dapat dititipkan kepada guru pengampu atau wali kelas selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

Sebagai penutup amanatnya, Uswatun Nurhamidah mengajak seluruh siswa untuk meresapi dan mengamalkan prinsip “Man Jadda Wa Jadda”—barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil—dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menuntut ilmu di madrasah.

Upacara bendera diakhiri dengan doa bersama dan pembubaran barisan secara tertib, mengawali aktivitas pembelajaran di MAN Fakfak dengan semangat baru. (Humas)

Editor : Ari Sunyoto
Fotografer : Usman Abdul Malik

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted